Terkini, Kendari — Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Tenggara mencatat jumlah calon jemaah haji kategori lanjut usia (lansia) pada musim haji 2026 mencapai 416 orang atau 20,44 persen dari total jemaah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Sultra, Muhammad Lalan Jaya, di Kendari, Senin menjelaskan total kuota haji Sultra tahun ini sebanyak 2.078 jemaah.
“Jumlah tersebut terdiri atas 2.064 jemaah reguler, 11 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 4 orang dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU),” ujarnya.
Ia menambahkan, jemaah dengan usia tertua dan termuda tahun ini sama-sama berasal dari Kota Kendari.
Jemaah tertua tercatat atas nama Subaeda (95 tahun), sedangkan yang termuda adalah Siti Nurul Asiyah (15 tahun).
Dalam upaya mempercepat pemberangkatan, pihaknya terus melakukan verifikasi dokumen calon jemaah haji guna memastikan seluruh persyaratan administrasi telah lengkap dan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Tim Kerja Dokumen dan Visa Kemenhaj Sultra, La Ode Mardangki, menyampaikan bahwa proses pengelompokan jemaah ke dalam kelompok terbang (kloter) telah rampung.
“Jemaah haji Sultra tahun ini tergabung dalam lima kloter utuh, yakni kloter 32, 34, 35, 36, dan 38, serta dua kloter gabungan, yaitu kloter 39 dan 43,” jelasnya.
Sultra juga menerima tambahan kuota sebanyak 15 orang dari provinsi lain yang tidak terserap, masing-masing dari Papua (3 orang), Lampung (2 orang), Jawa Barat (4 orang), dan DKI Jakarta (6 orang).
Di sisi lain, terdapat mutasi keberangkatan jemaah keluar daerah sebanyak 34 orang dan mutasi masuk sebanyak 5 orang, sehingga terjadi selisih 29 jemaah.
Dengan demikian, total jemaah haji Sultra yang dipastikan berangkat melalui Embarkasi Makassar menjadi sebanyak 2.049 orang.










