Mengubah Jalan Hidup di Tanah Rantau, Herfain Sukses Beternak Ayam Puluhan Ribu Ekor

Mengubah Jalan Hidup di Tanah Rantau, Herfain Sukses Beternak Ayam Puluhan Ribu Ekor

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar– Nama desanya Tanah Harapan. Sebuah desa sederhana di Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Nama yang sederhana, tetapi seolah menjadi doa bagi perjalanan hidup seorang perantau bernama Herfain.

Dari desa itulah ia memulai perjalanan panjang hidupnya. Merantau, bekerja, jatuh bangun, hingga akhirnya dikenal sebagai pengusaha peternakan ayam broiler dengan produksi puluhan ribu ekor setiap siklus.

Seperti banyak perantau dari Sulawesi Selatan, merantau bagi Herfain bukan sekadar meninggalkan kampung halaman.

Merantau adalah perjalanan mencari pengalaman, pekerjaan, sekaligus mengubah masa depan.

Perjalanan hidupnya mulai berubah ketika ia mendaftar sebagai tentara pada tahun 2006 dan lulus pada 2007. Setelah itu ia ditugaskan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Dari sanalah kehidupannya di tanah rantau benar-benar dimulai.

“Saya merantau ke Sulawesi Tenggara itu sudah 19 tahun. Asalnya dari Bulukumba, Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale,” kata Herfain.

Saat itu hidupnya tidak jauh dari barak, latihan, dan disiplin militer. Hari-harinya diisi dengan rutinitas sebagai prajurit.

Ia tidak pernah membayangkan suatu hari akan lebih sering berada di kandang ayam daripada di lapangan latihan. Namun hidup memang sering membawa seseorang ke arah yang tidak pernah direncanakan.

Menemukan Jalan Baru

Di tanah rantau, Herfain mulai melihat peluang usaha di sektor peternakan ayam pedaging. Ia melihat kebutuhan daging ayam terus meningkat setiap tahun, sementara peluang usaha di sektor tersebut masih terbuka luas, terutama di wilayah Indonesia Timur.