Terkini, Kendari - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tenggara meningkatkan implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) guna menjamin keandalan sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Tenggara.
Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan edukasi intensif yang digelar secara hybrid di Kantor UPP Sultra, Kendari, dengan melibatkan pegawai serta mitra kerja.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap standar keamanan dan keselamatan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
Langkah ini dinilai krusial seiring percepatan sejumlah proyek strategis PLN UIP Sulawesi, termasuk pembangunan gardu induk berkapasitas sekitar 30 MVA serta jaringan transmisi sepanjang kurang lebih 38,95 kilometer.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa integrasi aspek teknis dan keselamatan menjadi kunci utama keberhasilan proyek.
“Kami berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan pengamanan dan keselamatan kerja di setiap tahapan proyek. Ini merupakan bagian dari penerapan prinsip Good Corporate Governance sekaligus tanggung jawab dalam melindungi aset kelistrikan dengan standar terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Unit Pelaksana Proyek Sultra, Ronny Aprisaputra, menekankan bahwa budaya keselamatan kerja harus menjadi bagian yang melekat dalam operasional.
“Penerapan SMP dan SMK3 bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi fondasi utama untuk menjaga keberlangsungan proyek dan keselamatan pekerja. Dengan standar yang konsisten, kami optimistis dapat menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal dan tepat waktu,” jelasnya.
Melalui implementasi SMP dan SMK3, PLN memastikan seluruh tahapan proyek berjalan sesuai standar, mulai dari identifikasi risiko, pengamanan aset strategis, hingga pengendalian kecelakaan kerja dengan target zero accident.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan terhadap mitra kontraktor yang terlibat dalam pembangunan transmisi dan gardu induk.
Dengan sistem pengawasan berlapis serta pemahaman risiko yang seragam, PLN berupaya meminimalisasi potensi hambatan di lapangan.










