Drainase Tersumbat, Pemkot Kendari Sigap Tangani Genangan di Area Perkantoran

Drainase Tersumbat, Pemkot Kendari Sigap Tangani Genangan di Area Perkantoran

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Kendari — Pemerintah Kota Kendari bergerak cepat menangani genangan air yang terjadi di kawasan perkantoran Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (10/4).

Penanganan ini dilakukan sebagai respons atas terganggunya fungsi infrastruktur perkotaan di area pelayanan publik.

Genangan air terjadi akibat saluran drainase yang tersumbat oleh material sisa tebangan dan pangkasan pohon.

Akibatnya, aliran air tidak berjalan optimal saat hujan turun, sehingga air meluap dan menggenangi kawasan perkantoran.

Penanganan dilakukan oleh tim gabungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan dipantau langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan.

Turut hadir Asisten III Setda Kota Kendari sekaligus Kasatgas Penataan Kota, La Ode Manas Salihin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari Erlis Sadya, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menyampaikan bahwa langkah cepat diambil segera setelah pihaknya menerima laporan dari lokasi kejadian.

“Setelah kami identifikasi, penyebab utama genangan adalah sisa tebangan dan pangkasan pohon yang menutup drainase. Karena itu tim langsung diturunkan untuk melakukan pembersihan agar aliran air kembali normal,” ujarnya.

Petugas gabungan kemudian melakukan pembersihan dengan mengangkat batang dan ranting pohon yang menyumbat saluran air.

Proses ini menggunakan peralatan kebersihan serta kendaraan operasional milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Aliran air di lokasi kembali lancar dan genangan berangsur surut setelah proses pembersihan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Pemerintah Kota Kendari juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sisa pemangkasan pohon maupun sampah ke dalam drainase.

"Langkah ini dinilai penting untuk menjaga fungsi saluran air serta mencegah potensi banjir di kemudian hari," tandasnya.