Terkini, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menargetkan pembangunan sekitar 400 unit Rumah Layak Huni (RLH) bagi masyarakat miskin pada tahun 2026 melalui kolaborasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Program tersebut disiapkan setelah Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, melakukan kunjungan kerja ke kawasan perumahan layak huni di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, untuk melihat langsung konsep perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam kunjungan tersebut, gubernur meninjau rumah tipe knock down atau rumah bongkar pasang yang dibangun menggunakan material panel PVC dengan desain sederhana dan efisien.
Menurut Andi Sumangerukka, konsep perumahan tersebut dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam menjalankan program rumah layak huni di daerahnya.
“Kita meninjau langsung desain rumah dan penataan kawasan pemukimannya. Ini akan menjadi masukan bagi Pemprov Sultra dalam membangun rumah layak huni bagi masyarakat miskin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program pembangunan 400 rumah layak huni tersebut akan tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara dengan prioritas masyarakat berpenghasilan rendah dan keluarga miskin ekstrem.
Selain pembangunan rumah, pemerintah juga akan memperhatikan penataan kawasan permukiman agar masyarakat tidak hanya memiliki rumah, tetapi juga lingkungan yang layak dan tertata.
“Kami juga menjajaki peluang kolaborasi dengan Kementerian Sosial untuk merealisasikan program rumah layak huni di Sulawesi Tenggara,” tambahnya.
Program rumah layak huni ini diharapkan dapat membantu pengentasan kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Sulawesi Tenggara.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menargetkan program pembangunan rumah layak huni tersebut mulai berjalan secara bertahap pada tahun 2026.










