Kakek 80 Tahun Hilang di Hutan Buton Selatan, Tim SAR Perluas Area Pencarian

Kakek 80 Tahun Hilang di Hutan Buton Selatan, Tim SAR Perluas Area Pencarian

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Buton — Upaya pencarian terhadap LW (80), warga Desa Busowa, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, yang dilaporkan hilang saat menuju kebun miliknya, hingga Kamis (2/4/2026) sore masih belum membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran dan akan melanjutkan pencarian pada hari berikutnya.

Operasi pencarian yang telah memasuki hari kelima dilakukan hingga pukul 17.04 WITA, namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS, mengatakan pencarian dihentikan sementara karena kondisi cahaya yang tidak lagi memungkinkan tim melakukan penyisiran secara efektif.

“Pencarian hari ini dihentikan sementara dengan hasil nihil. Mengingat kondisi cahaya dan efektivitas tim di lapangan, operasi akan dilanjutkan kembali besok pagi sekitar pukul 07.00 Wita,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Menurut Amiruddin, kondisi medan hutan dan perkebunan yang luas menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian, meskipun cuaca di lokasi dilaporkan cukup mendukung.

Hilang Saat Menuju Kebun

Peristiwa hilangnya korban bermula pada Selasa, 24 Maret 2026 sekitar pukul 10.30 WITA. Saat itu, korban pamit dari rumah untuk mengantarkan ikan kepada keponakannya yang berada di area perkebunan.

Namun hingga sore hari, korban tidak pernah tiba di lokasi yang dituju. Keluarga yang khawatir kemudian melakukan pencarian secara mandiri bersama warga setempat selama beberapa hari sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Drone Thermal Dikerahkan

Dalam operasi pencarian, Tim SAR gabungan melibatkan berbagai unsur, di antaranya personel Pos SAR Baubau, staf Operasi KPP Kendari, BPBD Buton Selatan, Bhabinkamtibmas, aparat Desa Busowa, serta masyarakat dan keluarga korban.

Untuk mempercepat pencarian di area yang luas dan sulit dijangkau, tim menggunakan drone thermal untuk mendeteksi jejak panas dari udara. Selain itu, motor trail juga dikerahkan untuk menyisir jalur setapak dan area yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Kami memaksimalkan seluruh peralatan, mulai dari alat evakuasi hingga perangkat komunikasi pendukung, demi memastikan setiap area yang dicurigai telah diperiksa,” jelas Amiruddin.

Tim SAR gabungan akan melanjutkan operasi pencarian dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kebun dan hutan tempat korban terakhir diketahui menuju.