JLP Sultra Desak Pejabat Tinggi PT Antam Tbk Usut Oknum Site Konawe Utara Soal Pembongkaran Jetty

Terkini.id, Kendari – Jaringan Lingkar Pertambangan (JLP) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendatangi Kantor PT. Antam perwakilan Kendari yang terletak di Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Wua-wua, Kecamatan Wua-wua, Jum’at 29 April 2022.

Kedatangan Rombongan JLP Sultra di Kantor Antam Sulawesi Tenggara di awali dengan terjadinya kegiatan pembongkaran Jetty Malibu Pada tanggal 24 April 2022 lalu.

Di mana diketahui bahwa pembongkaran Jetty Malibu tersebut merupakan syarat kepentingan dan diduga ada oknum yang sengaja menumpang dalam jabatan perusahaan demi mendapat keuntungan pribadi.

Baca Juga: Soal Aktivitas PT Rajawali dan CS8 di Blok Marombo Konawe...

JLP menduga ada oknum PT Antam site Konawe Utara yang bersekongkol dengan penambang liar di Blok Marombo Kabupaten Konawe Utara.

Pasalnya Oknum Pejabat Tinggi UBPN PT Antam site Konawe Utara yang berinisial GAB dan ZL diduga melakukan pembongkaran Jetty Malibu atau Jetty masyarakat di Blok Marombo, Konawe Utara, JLP Sultra menilai bentuk kesewenang-wenangan.

Baca Juga: Dugaan Ilegal Mining PT. Arvema di Blok Marombo Konawe Utara,...

“Kami duga PT Antam site  Konawe Utara semena-mena melakukan pembongkaran Jetti Masyarakat di Wilayah Morombo, yang dimana semestinya pembongkaran itu dilakukan untuk Jetty RMI yang di mana Jetty RMI ini kami duga digunakan sebagai akses pembongkaran ore nikel hasil penambangan Ilegal atau Penambangan Tanpa Izin (PETI),” kata Wawan saat melakukan orasinya didepan Kantor Antam Perwakilan Kendari.

Lanjut Wawan menyebutkan bahwa sebelumnya sudah dilakukan aksi tepatnya di kantor PT. Antam Konawe Utara, yang di mana tuntutan dari aksi itu meminta Pejabat Tinggi UBPN PT. Antam Tbk untuk membongkar Jetty RMI.

“Kami meminta PT. Antam Untuk membongkar Jetti RMI yang berada di dalam kawasan blok Antam, Wilayah Morombo, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara. Sebab berdasarkan hasil pantauan kami, bahwa jetty tersebut menjadi akses bongkar muat Ore Nikel hasil rampokan para penambang liar. Namun anehnya, pada tanggal 24 April 2022 lalu yang secara gamblan dilaporkan oleh pihak PT. Antam yang Inisial YMN melalui Rekaman Video Tim Management PT Antam dalam membongkar Jetty Malibu. Sehingga terkait hal itu, menurut kami ada kesalahan dari tindakan Management dan kesewenang-wenangan perusahaan dalam mengambil sikap serta kami menduga bahwa PT. Antam sedang disusupi oleh oknum Yang berinisial GAB dan ZL untuk mendapatkan keuntungan pribadi,” bebernya.

Baca Juga: Dugaan Ilegal Mining PT. Arvema di Blok Marombo Konawe Utara,...

Ia juga menyesalkan pembongkaran Jetty Malibu yang dinilai salah sasaran.

“Mestinya management PT. Antam Tbk. Ini membongkar Jetti RMI, bukan Jetti Malibu. Karena, yang menjadi akses Pembongkaran Ore Nikel yang tidak jelas asal usulnya ini di Jetti RMI. Sehingga PT. Antam Tbk. Harus bertanggung jawab dan Segerah Menyelidiki Oknum didalam yang berinisial GAB dan ZL, karena kami duga telah menjadi aktor dalam pemulusan kegiatan ilegal didalam, dan mendalangi pengrusakan Jetty Malibu Pada tanggal 24 April 2022 lalu itu” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga mendesak Pejabat Tinggi UBPN PT. Antam Tbk. Sultra untuk meminta kepada Pejabat Tinggi UBPN PT Antam Pusat perihal pemecatan Pejabat Tinggi UBPN PT. Antam Tbk Konawe Utara.

“Sebab kami duga di dalam komposisi perusahaan saat ini ada oknum yang coba memanfaatkan keberadaan perusahaan untuk kepentingan pribadi, khususnya yang berinisial “GAB” dan ZL, harus segerah di ganti,” tandasnya.

Terkait hal tersebut saat Awak media mengkonfirmasi orang kantor PT. Antam perwakilan Kendari tidak ada pihak yang mau berkomentar.

Orang Kantor berdalih bahwa tidak ada pejabat berwenang dan sementara cuti.***

Bagikan