Advisor PT. GMS Klarifikasi Terkait Tudingan Masih Beraktivitas

Terkini.id, Kendari – Tenaga Ahli Pengelolaan Lingkungan PT. Gerbang Multi Sejahtera (PT. GMS) membantah tudingan dalam akun media sosial bernama Roy yang menuliskan bahwa pada hari Rabu 20 Oktober 2021, PT. GMS diduga masih melakukan penambangan berupa aktifitas penggalian di Wilayah IUPnya. dan menuding PT. GMS tidak patuh dan mengabaikan Surat dari Dirjen Minerba Kementerian ESDM RI No. B-4395 MB 07/DBT.PLU/2021 tertanggal 7 Oktober 2021 tentang tindak lanjut hasil pemeriksaan dugaan pencemaran lingkungan yang memuat perintah pemberhentian sementara kegiatan penambangan PT.GMS sampai dengan pelaksanaan perintah perbaikan dan rekomendasi perbaikan dinyatakan memadai.

Fitrani Amin yang merupakan Advisor PT. GMS dan juga Tenaga Ahli Pengelolaan Lingkungan PT. GMS membantah tudingan tersebut, dan menyatakan bahwa yang benar adalah kegiatan itu merupakan aktivitas pembenahan dan penataan lahan sesuai surat dari Dirjen Minerba tersebut.

“Jadi kurang lebih itu, aktivitas yang dilakukan didalam sebenarnya sejak tanggal 11 Oktober adalah aktivitas pembenahan, penataan lahan, termasuk diantaranya kami membuat sedimen pond, back filling OB, dan penataan lahan untuk mengurangi sedimentasi di laut. Jadi itu yang sebenarnya, jadi kegiatan yang dikira oleh teman-teman itu sebagai kegiatan ore getting (pengambilan ore), itu sebenarnya kegiatan pembenahannya kami dalam melakukan tindakan koreksi sesuai arahan dari Dirjen Minerba, jadi kurang lebih sebenarnya seperti itu pak,” jelasnya.

Baca Juga: PT. GMS Realisasikan MoU, Salurkan Satu Unit Ambulans Kepada Masyarakat...

Lanjut tenaga ahli lingkungan ini, Jadi sangkaan mereka kami melakukan ore getting (pengambilan ore) itu tidak benar, yang kami lakukan itu diantaranya pembenahan sedimen pond, dan kita juga ada beberapa lokasi yang sudah mind out, kita lakukan back filling (penimbunan kembali), terus kemudian ada penataan lahan seperti pembuatan bands-bands untuk mengurangi tingkat erosi yang nanti sedimentasi ke laut.

“Kegiatan ini akan kita progress secepatnya, dan kami sudah melaksanakannya kurang lebih satu Minggu, dan harapan kami dalam 3 Minggu kedepan itu sudah bisa kelihatan semua target-target kita untuk pemenuhan tindakan koreksi yang disampaikan oleh Dirjen Minerba terkait pengelolaan lingkungan, utamanya untuk mengurangi sendimentasi,” tegasnya.

Baca Juga: Bantu Aktivitas Masyarakat Lingkar Tambang, PT. GMS Bakal Serahkan Satu...

Kata Fitri, kegiatan sudah dimulai dari Minggu lalu, nah setelah itu kita maintainance (benahi), kita melihat lagi mana lagi yang masih butuh dimaintainance, jadi tidak langsung serta merta setelah itu kita tinggalkan, kita akan langsung kembali untuk melihat maintainancenya seperti apa, misalnya saat terjadi hujan, apakah masih ada yang memang perlu ditambah kedalamannya atau seperti apa, kayak gitu.

“Jadi tidak ada proses ore getting atau produksi, jadi yang difoto atau divideo oleh teman-teman itu, dan saya juga sudah lihat video dan fotonya, dan itu adalah kegiatan pembenahan sesuai dengan surat dari Dirjen Minerba yang terdiri dari 15 poin tersebut,” kata Fitri.

Sambungnya, Karena sebenarnya kami sudah menghentikan kegiatan sejak tanggal 10 Oktober, dan kegiatan pembenahan di Minggu pertama kemarin sudah kami laporkan progressnya ke Dirjen Minerba.

Baca Juga: Bantu Aktivitas Masyarakat Lingkar Tambang, PT. GMS Bakal Serahkan Satu...

“Untuk satu minggu pertama, kami sudah progress ke Dirjen Minerba mulai plan kami, foto-foto kegiatan pembenahan kami, dan ini juga kami sudah laporkan pula ke beberapa pengawas inspektur tambang ESDM dan mereka juga melakukan progress pengawasan terhadap laporan-laporan yang telah kami serahkan ke Koordinator Inspektur Tambang Indonesia. Jadi laporan kami itu, kami kirim melalui email ke Direktorat Minerba, dan ini kami juga tembuskan ke email inspektur tambang di Provinsi Sulawesi Tenggara,” tutupnya.

Bagikan