Diduga Lakukan Pungli, Kades Marombo Pantai Disoroti Masyarakat

Terkini.id, Kendari – Kepala Desa (Kades) Marombo Pantai, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut) diduga melakukan pungutan liar (Pungli) kepada kendaraan perusahaan yang melintasi wilayahnya, Sabtu 5 Juni 2021.

Kades Marombo Utara melakukan hal tersebut dengan membuat portal dan tanda bukti retribusi untuk kendaraan yang melintasi wilayahnya. Namun disisi lain Peraturan Desa yang digunakan sebagai dasar hukum untuk menarik retribusi tersebut diduga belum disahkan.

Hal tersebut diungkap oleh dalah satu tokoh Masyarakat Desa Marombo Pantai yang juga pernah menjabat sebagai Ketua BPD Desa Wijaya mengatakan dugaan pungli yang dilakukan oleh kepala desa itu sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.

“Memang waktu saya masih menjabat sebagai Ketua BPD, saya sendiri yang merancang itu Peraturan Desa (Perdes) terkait dengan rencana pemungutan retribusi pada kendaraan perusahaan, tapi kan sampai sekarang itu Perdes belum berlaku karena belum disahkan. Jadi, darimana legalitasnya dia pungut retribusi. Itu semua ilegal, termasuk pungutan liar,” jelas Wijaya.

Lanjut Wijaya, dana hasil dari pungutan tersebut juga tak diketahui digunakan untuk apa. Saat proses pemungutan itu, juga tidak diberikan karcis kepada pengemudi kendaraan.

“Kita juga tidak tau, dikemanakan uang hasil pungutan itu. Tidak ada yang jelas”, ujar lagi.

Sebelumnya, awak media ini telah mewawancarai salah warga, Arni (24), yang ditugaskan oleh Kades untuk menjaga palang/portal tersebut. Arni menjelaskan bahwa pungutan tersebut mulai dilakukan sejak Januari 2021.  Adapun jumlah nominal yang dipungut dari kendaraan yang melintas bervariasi, tergantung jenis kendaraannya. Untuk mobil dump truk Rp50.000, alat berat Rp100.000, dan untuk mobil tronton Rp150.000.

Dari hasil pungutan itu, kata Arni, sebanyak 30% menjadi upah penjaga portal, dan 70% diberikan kepada kepala desa.

“Saya disuruh kepala desa untuk jaga palang. 70% masuk sama kepala desa, untuk dimasukkan ke kas desa. Katanya untuk biaya pembangunan mesjid,” jelas Arni.

Sampai berita ini ditayangkan, Kades Marombo Pantai belum memberikan keterangan resmi. Saat awak media menyambangi kediaman Kades, Ia sedang tidak berada di rumah.

“Dia lagi keluar, dia pergi ke lokasi tambang kayanya”, kata istri Kades.

Bagikan