Diduga Oknum Bermain Proyek Pembangunan Jalan Baru di Kawasan Hutan Lindung Konawe

Terkini.id, Konawe – Forum Advokasi HAM dan Lingkungan Hidup (Forlink) Sulawesi Tenggara menduga ada oknum Kelompok Pengelolaan Hutan (KPH) dan Polisi Hutan (Polhut) bermain dalam proyek pembangunan jalan baru dikawasan hutan Lindung yang terletak di Desa Lalonggatu Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe, Selasa 5 Januari 2021.

Ketua Umum Forlink Sultra mengatakan ada oknum KPH dan Polhut yang bermain, pasalnya saat Pelaksanaan proyek tersebut oknum tersebut sempat meninjau lokasi pekerjaan yang terletak dalam Kawasan Hutan Lindung.

“Saat proses pengerjaan jalan ada oknum KPH dan Polhut yang meninjau lokasi dan secara normatif akan mempertanyakan legalitas aktifitas dikawasan hutan tersebut,” katanya.

Baca Juga: Jalan Penghubung Kendari Konsel Rusak, Pemprov dan DPRD Sultra Disorot

Ia menambahkan jika dokumen legalitas belum dimiliki oleh Dinas yang Menangani pekerjaan ini maka mereka Oknum KPH berhak memberhentikan pekerjaan sebagai mana tupoksi dan wewenang dalam melaksanakan tugas dilapangan.

“Namun pada faktanya Oknum KPH malah membiarkan pekerjaan itu dilanjutkan sampai selesai tanpa ada teguran atau pemberhentian saat berada dilokasi pekerjaan, ini merupakan bentuk pembiaran yang tidak dibenarkan,” bebernya.

Baca Juga: Alvin Wijaya Alimazi Didukung KNPI Konawe Maju Ketua KNPI Sultra

Lanjutnya dilain sisi, Kordinator lapangan pelaksana pekerjaan mengatakan Izin pembukaan jalan tidak diperlukan sebab oknum Desa, KPH dan Polhut  sudah saling konfirmasi jadi tidak ada masalah soal izin pembangunan jalan baru.

Dengan dugaan ini, Halfin akan melanjutkan dugaan kasus keterlibatan Oknum Desa, KPH dan Polhut keranah Hukum

“Saya dan teman-teman ForLink akan melanjutka kasus ini kerana Hukum untuk diproses lebih lanjut,” tegasnya.

Baca Juga: Positif Corona, Keluarga Besar Anggaberi Ringankan Kebutuhan yang Terdampak

Awak media kami pun berusaha mengkonfirmasi terkait dugaan tersebut ke Oknum Desa, KPH dan Polhut namun sampai  berita ini dinaikkan belum mendapatkan tanggapan dari pihak terkait.

Bagikan