PP Jamindo Kecam PT Bososi Pratama, Yang di Duga Kembali Beroperasi

Terkini.id, Kendari – Pengurus Pusat (PP) Jaringan Advokasi Masyarakat Indonesia (Jamindo) Kecam  PT. Bososi Pratama karena kembali beroperasi usai ditetapkan tersangka.

Setelah mabes Polri menetapkan PT Bososi Pratama sebagai tersangka perambahan hutan lindung di Kowane Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tanggal 02 september 2020.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono menyampaikan, tersangka berasal dari PT. Bososi Pratama yang berinisial AU selaku direktur utama.

Baca Juga: SMW: Mendesak Polda Sultra Agar Segera Transparan & Memproses Hukum...

Ketua umum PP Jamindo Muh gilang anugrah menyampaikan PT. Bososi Pratama kembali beroperasi dengan dua perusahaan Join Operasional (JO) diatas wilayah Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

” kami duga Pt. Bososi pratama beroperasi kembali, ada dua perusahaan join operasiona (JO) salah satunya PT. SMI yang ingin beroperasi di atas wilayah IPPKH PT. Bososi Pratama, hal ini sangat tidak bisa di biarkan ketika perusahaan tambang tersebut sudah cacat hukum dan masuk daftar hitam (blacklist),” ungkap Gilang Kepada Kendari Terkini.

Baca Juga: Kasus Wakil Bupati Butur Kembali disuarakan, FMPK Mendesak Pihak Kepolisian...

Gilang menegaskan bahwa perusahan tersebut melanggar undang-undang Nomor  4 Tahun 2009 tentang Minerba.

“Perusahaan tersebut melanggar Pasal 159 yang diberatkan dengan Pasal 163 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba, Dengan Ancaman pasal tersebut penjara sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar,” tegas Gilang.

“perusahaan yang sudah cacat hukum dan di blacklist harusnya di cabut segala bentuk Izin-izinnya,” tutup gilang.

Bagikan