Setahun Kasus PT. Rosini Indonesia Tanpa Kejelasan, Ampuh Sultra Pertanyakan Keseriusan Polda Sultra

Terkini.id, Kendari – Kasus dugaan Kejahatan Lingkungan dan Kejahatan Pelayaran yang memerlukan Direktur Utama (Dirut) PT. Rosini, Lily Sami. Kembali di soroti oleh lembaga Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu 28 Juni 2020.

Ketua Umum (Ketum) Ampuh Sultra Hendro Nilopo, SH kembali mempertanyakan status tersangka Direktur Utama (Dirut) PT. Rosini, Lily Sami, Pasalnya menurut Hendro, Lily Sami telah ditetapkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak 28 Juni 2019.

“Polda Sultra ini serius apa tidak ytangani kasus dugaan kejahatan lingkungan dan kejahatan pelayaran yang melibatkan Dirut PT.Rosini, sudah disetujui sebagai tersangka tetapi sampai hari ini tidak ada kejelasan” tegas Hendro.

Baca Juga: Dinas Kehutanan Sultra Benarkan PT TMM Rambah Kawasan Hutan, Ampuh...

Ia mengungkapkan sebelumnya Direktur Utama PT. Rosini Indonesia, Lily Sami. Telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Polda Sultra pada tanggal 28 Juni 2019 dengan pasal yang disusun berdasarkan dugaan yang disetujui pasal 299 UU No. 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran dan Pasal 109 UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Lingkungan Hidup. Tentunya sangat disayangkan jika kasus tersebut tidak segera dituntaskan.

“Perlu diakui sebelumnya Polda Sultra sendiri telah menyetujui Dirut PT. Rosini Indonesia seperti dugaan Kejahatan Pelayaran dan Kejahatan Lingkungan, sangat disayangkan jika kasus ini tidak segera dituntaskan ”ungkapnya.

Baca Juga: Dugaan Ilegal Mining PT WIL dan PT BPS Dilapor ke...

Lebih lanjut pihaknya menghadiri kompilasi kasus Dirut PT. Rosini Indonesia tidak segera dituntaskan maka tidak menutup kemungkinan akan semakin kuat skeptis dimasyarakat bagi pihak kepolisian dalam hal ini kepolisian daerah Polda Sultra. Dan hal ini bisa saja berdampak buruk bagi citra kepolisian.

“Iya, katika kasus Dirut PT. Rosini tidak segera dituntaskan, maka tidak dapat dikembalikan lagi, maka lahirlah keraguan skeptis masyarakat terhadap kepolisian dalam hal ini Polda Sultra. Dan hal itu bisa berdampak buruk bagi citra kepolisian ”paparnya.

Untuk itu pihaknya berharap agar tidak ada tawar menawar dalam kasus ini Dirut PT.Rosini Indonesia. Semua argumen harus dituntaskan tanpa memperhatikan siapa dia dan apa yang diajukannya sebagai upaya mengedepankan asas permasamaan dimata hukum “Equality Before The Law”.

Bagikan