Menolak Kedatangan 500 TKA di Sultra, BEM FHIL UHO Akan Hadang dengan Aksi Demonstrasi

Terkini.id, Kendari – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkugan (FHIL) Univeristas Halu Oleo (UHO) mengajak DPRD Provinsi untuk aksi bersama terkait kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Sulawesi Tenggara.

Ditengah pandemi Covid-19, masyarakat Sultra sedang melawan dan memutus mata rantai Covid-19, harusnya Gubernur mengambil kebijakan yang mendukung kepentingan masyarakat.

Keputusan yang diambil oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi dalam Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOMPIMDA) sangat mengecewakan di karenakan plin-plan dalam mengeluarkan kebijakan sebagai pemimpin.

Baca Juga: Tingkatkan Kesadaran Mahasiswa, BEM FHIL dan HMI Komisariat FHIL UHO...

Muhammad Pajar selaku ketua BEM FHIL, menuturkan bahwa dalam situasi yang belum kondusif ini seharusnya Gubernur Sultra fokus untuk bagaimana bisa memutus mata rantai Covid-19 yang tak kunjung diketahui kapan berakhirnya.

“Harusnya Gubernur Ali Mazi fokus kepada pemutusan mata rantai Covid-19 ini, bukan mengeluarkan kebijakan yang plin-plan,” tutur Pajar ke Kendari Terkini, Rabu, 17 Juni 2020, malam.

Baca Juga: Tingkatkan Kesadaran Mahasiswa dan Alumni Dalam Pembagunan Hutan Berkelanjutan, BEM...

Pajar melanjutkan bahwa kebijakan yang dikeluarkan Gubernur terkait kedatangan TKA sangat disayangkan dan ia menolak kedatangan TKA tersebut karena dapat membahayakan masyarakat Sultra.

“Kami menolak dan mengecam kedatangan 500 TKA di tengah pandemi ini di karenakan kondisi yang belum kondusif dan dapat membahayakan masyarakat Sultra nantinya,” tegas Pajar.

Pajar berharap Ali Mazi tidak mengizinkan 500 TKA tersebut masuk, apabila itu terjadi maka BEM FHIL mengecam dengan aksi demonstrasi.

Baca Juga: Virus 500 TKA dan Inkonsistensi Pemerintah

“Saya berharap Ali Mazi tidak mengizinkan 500 TKA China itu datang di Bumi Anoa, ketika itu terjadi maka BEM FHIL akan hadang dengan aksi demonstrasi,” Pajar berharap.

Bagikan