Aktivitas Tambang Tanah Urug Milik Mantan Anggota DPRD Sultra Resahkan Warga Pengguna Jalan

Aktivitas Tambang Tanah Urug Milik Mantan Anggota DPRD Provinsi Resahkan Warga Pengguna Jalan
Aktivitas pengangkutan tanah urug yang menggunakan jalan umum (Koleksi Kendari Terkini)

Terkini.id, Konawe Utara – Maraknya aktivitas pertambangan di Sulawesi Tenggara telah menimbulkan banyak dampak kerusakan yang terjadi di masyarakat.

Salah satunya aktivitas pertambangan Tanah Urug yang berada di Desa Tondowatu Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara kian meresahkan warga pengguna jalan yang melintas.

Aktivitas pertambangan dan pemuatan tanah urug tersebut diduga kuat milik salah satu mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Fraksi PDIP, Litanto, yang menggunakan jalan umum sebagai jalan holing pemuatan tanah timbunan yang dikirim ke PT. Obsidian Stainless Steel (OSS).

Oschar Sumardin menuturkan, berdasarkan UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, pada pasal 1 angka 5 disebutkan bahwa “jalan umum adalah jalan yang diperuntukan bagi lalu lintas umum,” dan pasal 1 angka 6 disebutkan “jalan khusus adalah jalan yang dibangun oleh instansi, badan usaha, perseorangan, atau kelompok untuk kepentingan sendiri”.

Baca juga:

“Berdasarkan ketentuan pasal 1 angka 5 dan 6 UU Nomor 38 Tahun 2004 sangat jelas bahwa jalan umum diperuntukkan untuk lalu lintas umum dan bukan untuk kepentingan badan usaha atau kepentingan sendiri,” jelas Oshcar saat dihubungi Kendari Terkini, Sabtu, 16 Mei 2020.

Lanjut Oschar, seharusnya pengangkutan tanah urug di Desa Tondowatu tidak menggunakan jalan umum tapi harus menggunakan jalan khusus, karena kegiatan tersebut jelas untuk kepentingan usahannya sendiri, terlebih aktivitas pengangkutan tanah urug tersebut menggunakan armada truck yang banyak dengan aktifitas yang intens dan dalam jangka waktu yang cukup lama tentu akan menganggu para pengguna jalan dan dapat merusak badan jalan/ruang manfaat jalan.

“Dan lebih ironisnya lagi aktivitas penggangkutan material tanah perusahaan tersebut menyebabkan lumpur berhamburan di sepanjang badan jalan, apalagi jalan yang digunakan adalah jalan trans Sulawesi penghubung antara Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, apabila hal ini dibiarkan berlarut larut bisa menyebabkan korban jiwa,” pungkas Oschar.

Ia pun mendesak Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk turun langsung melakukan sidak menghentikan aktivitas Pemuatan Tanah Urug di Desa Tondowatu Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara sebelum adanya korban jiwa akibat aktivitas tersebut.

“Apabila dalam kurun waktu yang ditentukan Dinas Perhubungan Provinsi tidak segera menghentikan aktivitas perusahaan tersebut kami akan turun melakukan penghentian secara paksa, memboikot seluruh aktivitas pengangkutan tanah urug yang menggunakan jalan umum karena hal tersebut telah bertentangan dengan UU dan mengganggu warga pengguna jalan,” tegas Mahasiswa Pascasarjana UHO itu.

Komentar

Rekomendasi

GPII Sultra Desak Kompolnas Rekomendasi Sanksi Penyidik Kasus PT Bososi Pratama

Semarak Ramadhan, Angkatan Mepokoaso 2010 MTsN 1 Konawe Bagikan Puluhan Takjil Kepada Masyarakat Konawe

Sisihkan Gaji Bantu Masyarakat, PMII Kendari Apresiasi Tindakan Ipda Maulana Akbar

Bantu Warga Terdampak Covid-19, Millenials Ladongi Bagikan Sembako dan Masker

Dosen STIKES Mandala Waluya Kendari Berpartisipasi dalam Seminar Keagamaan IAIN Sorong

Positif Corona, Keluarga Besar Anggaberi Ringankan Kebutuhan yang Terdampak

Ringankan Beban Warga, Tamalaki Sultra Bagikan Ratusan Paket Sembako

Peduli Terhadap Sesama, Alumni MTsN Konawe Bagikan Puluhan Paket Sembako di Dua Kecamatan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar