Cross Media Strategy: Offline Media Berdampak Online

Cross Media Strategy: Offline Media Berdampak Online
Muh Aqmal Thesyaar Hazmi (Koleksi Kendari Terkini)

Terkini.id, Kendari – Saat ini adalah era dimana kita menyaksikan perubahan revolusioner media dan masyarakat. Berkat perkembangan teknologi digital dan internet telah menghadirkan beragam jenis platform media digital baru untuk konten media.

Hadirnya internet juga telah mengubah cara manusia berkomunikasi, internet yang ketersediaannya semakin baik semakin memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi.

Sosial media menjadi salah satu jenis media yang sering digunakan saat ini untuk menyebarkan konten selain menggunakan media konvensional seperti TV, radio dan media cetak.

Baca juga:

Data dari We Are Social yang bekerjasama dengan Hootsuite Januari 2020 menunjukkan bahwa pengguna internet Indonesia telah mencapai 175,4 juta, bertambah 25 juta pengguna baru atau naik 17% dari tahun sebelumnya dengan penetrasi internet Indonesia telah mencapai 64%.

Selain itu, pengguna aktif sosial media Indonesia telah mencapai angka 160 juta pengguna, bertambah 12 juta pengguna atau naik 8,1% dari tahun sebelumnya.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin meningkatnya pengguna aktif sosial media serta mudahnya masyarakat dalam mengakses informasi melalui internet dan sosial media.

Melihat banyaknya data pengguna sosial media yang terus meningkat, sebuah brand agar bisa menjangkau audiens tidak bisa hanya mengandalkan media offline/konvensional. Sehingga, sinergitas antara media offline dan media online menjadi tren yang menarik saat ini.

Apalagi saat ini masyarakat Indonesia sedang dihebohkan dengan pandemik Covid-19 yang terjadi hampir di seluruh dunia. Mengakibatkan jutaan orang terjangkit virus tersebut dan ratusan ribu orang lainnya meninggal dunia.

Pemerintah Indonesia sendiri sudah mengeluarkan status wabah Covid-19 sebagai bencana nasional dan melakukan upaya pencegahan seperti himbauan untuk melakukan physical distancing, memberlakukan PSBB untuk beberapa wilayah, hingga melarang masyarakat mudik lebaran untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19.

Mengakibatkan sebagian besar masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari di luar rumah seperti bekerja, belajar dan ibadah kini dilakukan di dalam rumah. Sehingga media iklan luar ruang seperti billboard dan videotron yang biasanya digunakan sebagai media promosi tidak banyak masyarakat yang melihat.

Hal ini tidak berlaku untuk beberapa billboard-billboard unik yang memanfaatkan strategy cross media dipadukan dengan teknik pesan yang unik (copywriting) seperti yang dilakukan oleh Aqua, OVO, Yamaha dan Sasa. Billboard atau papan reklame termasuk media iklan luar ruang yang sering digunakan oleh brand umumnya untuk mengenalkan sebuah produk.

Foto baliho dengan copywriting menarik (Koleksi Kendari Terkini).

Jika biasanya billboard dipasang agar bisa dilihat oleh masyarakat tapi beberapa brand justru berharap pesan billboardnya tidak ada yang melihat. Mengingat saat ini pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk tetap berada dirumah.

Contohnya billboard Aqua yang malah berharap agar billboardnya tidak ada yang melihat. Isi pesannya seperti ini “Untuk pertama kalinya, kami tidak ingin kalian melihat billboard ini” disertai latar biru dan logo aqua tak lupa anjuran untuk tetap di rumah.

Tak hanya Aqua, brand OVO juga melakukan hal yang sama yaitu berharap iklannya tidak ada yang baca dan meminta orang-orang untuk di rumah saja dulu, pesannya seperti ini “Semoga gak ada yang baca billboard ini, Semoga semua orang dirumah saja dulu”.

Yamaha di Kota Palu juga tak mau ketinggalan, tak hanya berisi pesan untuk pulang ke rumah tapi juga dipadukan dengan bahasa daerah sehingga pesannya lebih lokal dan personal. Berikut isi pesannya “Tabe’ harusnya Komiu tidak lihat ini, pulang saja ke rumah”.

Billboard iklan Sasa juga tak kalah menarik, isi pesannya memberi semangat untuk yang membaca pesan di billboard, karena tidak semua orang bisa bekerja dari rumah dan terpaksa harus keluar rumah. Berikut isi pesannya “Buat yang masih baca tulisan ini jaga imun, cuci tangan, jaga jarak, tetap semangat”.

Meskipun sebagian besar masyarakat tidak keluar rumah dan isi pesan berharap agar tidak dilihat dan dibaca bukan berarti bahwa konten dari billboard tersebut tidak ada yang melihat dan membacanya. Karena pesannya unik dan menarik yang awalnya hanya dipasang melalui billboard justru dibagikan oleh masyarakat ke media lain yaitu sosial media milik mereka. Sehingga menjadi viral dan dilihat oleh lebih banyak orang. Inilah salah satu contoh dari Cross Media Strategy.

Cross Media Strategy adalah strategi diversifikasi dan pengintegrasian yang dilakukan oleh media massa pada platform media lain termasuk media sosial.

Cross Media Strategy berarti pendistribusian konten dilebih dari satu media tak terbatas hanya satu media tertentu. Misalnya pengguna tik tok yang membagikan kontennya ke sosial media lain seperti Instagram dan Twitter. Tak hanya terbatas antara media online, juga antara media offline ke media online seperti contoh kasus pada billboard di atas.

Billboard tersebut viral setelah diposting oleh akun twitter @txtfrombrand yang mendapatkan 31.7 ribu suka dan 14 ribu retweet. Tak hanya berhenti disitu postingan viral tersebut juga dibagikan oleh beberapa portal media online lain seperti Line Today, Suara, dan Hitekno. Dengan jumlah tersebut bisa diperkirakan berapa banyak orang yang akhirnya membaca dan melihat pesan tersebut.

Foto baliho dengan copywriting menarik (Koleksi Kendari Terkini).

Sebenarnya Cross Media Strategy dari media offline ke media online bukan hal yang pertama kali dilakukan oleh brand di Indonesia. Sebelumnya sudah ada berita viral tentang billboard unik gojek yang panjangnya kayak skripsi atau pemasangan billboard Lazada yang sengaja dipasang terbalik agar menarik masyarakat untuk ikut membagikan di sosial media milik mereka.

Penulis : Muh Aqmal Thesyaar Hazmi

(Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran)

Komentar

Rekomendasi

Pandemi Memperlihatkan Bagian Terlemah Pendidikan Kita

Perpres Nomor 64 Tahun 2020, Negara Seperti Ingin Berbisnis dengan Rakyat

Pemerintah Tabrak Aturan Mulai dari Undang-Undang Lingkungan sampai Dengan Aturan PSBB

Eksterior Buruh di Musim Pendemik COVID-19

Milenial Berbasis Keilmuwan dan Teknologi

Mengentaskan Ketidakadilan Terhadap Kaum Perempuan Sesuai Perjuangan RA Kartini

Dinsos, Membincang Covid-19 dan Instruksi Walikota Kendari

Covid-19 Pandemi, Keriuhan dan Polemik Kebijakan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar