Demi Kuliah Online, Mahasiswa Kecamatan Oheo Rela Menempuh Jarak 35 Kilometer dan Mendaki Gunung

Demi Kuliah Online, Mahasiswa Kecamatan Oheo Rela Menempuh Jarak 35 Kilometer dan Mendaki Gunung
Ratna Juitasari, Mahasiswi Fakultas Pertanian asal Kecamatan Oheo Kabupaten Konawe Utara rela menempuh jarak 35 kilometer dan mendaki gunung setinggi 500 mpdl untuk mencari jaringan internet demi mengikuti kuliah online (Koleksi Kendari Terkini)

Terkini.id, Kendari – Semenjak merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia khususnya daerah Sulawesi Tenggara, menyebabkan semua aktifitas masyarakat menjadi terbatas.

Social Distancing atau jarak sosial pun diterapkan ke seluruh masyarakat dengan tujuan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Adanya surat edaran dari pemerintah pusat maupun pemerintah setempat, agar semua kampus memberlakukan sistem kuliah online atau daring di daerah masing-masing.

Baca juga:

Dengan penerapan sistem kulian online, menuntut mahasiswa harus selalu sedia dengan jaringan internet yang baik.

Akan tetapi, hal itu sangat sulit bagi mahasiswa yang terpaksa harus pulang ke kampung halamanya karena tidak adanya ketersediaan makanan di tempat tinggal (kost) mereka akibat wabah Covid-19.

Alhasil, banyak mahasiswa merasa kesusahan akibat akses jaringan internet yang kurang bagus ketika berada di kampungnya.

Hal itu, dialami oleh Ratna Juitasari salah seorang mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) yang tinggal di Desa Lameoru, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara.

Akibat belum masuknya Tower Jaringan di Kecamatan Oheo, membuat ia dan teman-temannya harus menempuh jarak 35 kilometer ke Kabupaten demi mengikuti kuliah online dari dosen.

Bukan hanya itu saja, ia dan juga teman-temannya kadang harus rela mendaki gunung yang tingginya mencapai lebih kurang 500 mdpl hanya untuk sekedar mencari jaringan internet.

Ia menjelaskan, demi mendapatkan jaringan internet kami harus mengeluarkan banyak uang padahal kami hanya anak petani dan belum lagi jika mendapat masalah di jalan.

“Kami ini hanya anak petani yang tidak punya banyak uang untuk membeli bensin serta uang makan dalam perjalanan mencari jaringan internet, belum lagi jika kami punya kendala dalam perjalanan,” ungkap Ratna saat dikonfirmasi via Whatsapp, Senin, 20 April 2020.

Ia berharap kepada pemerintah daerah setempat agar memberikan solusi atas masalah yang sedang dihadapi.

“Mewakili teman-teman mahasiswa di sini mengharapkan agar pemerintah setempat dapat segera memberikan solusi terhadap permasalahan yang kami hadapi, sehingga apa yang kami alami hari ini tidak lagi dirasakan oleh generasi selanjutnya,” tutup Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian UHO ini.

Komentar

Rekomendasi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar