GAMA Haluoleo : Kepolisian Harus Police Line Aktivitas PT. KTR yang Membandel di Tengah Pandemi Covid-19

GAMA Haluoleo : Kepolisian Harus Police Line Aktivitas PT. KTR yang Membandel di Tengah Pandemi Covid-19
Koordinator Pusat Garda Muda Haluoleo, Ahmad Zainul (Koleksi Kendari Terkini)

Terkini.id, Kendari – Koordinator Pusat Garda Muda Haluoleo (GAMA Haluoleo), Ahmad Zainul, mendesak kepada Kepolisian Daerah untuk segera mungkin mempolice line wilayah yang menjadi lokasi PT. Kashmar Tiar Raya (KTR).

Lanjutnya, saat ini fokus kita bersama adalah menjaga agar penyebaran virus tidak terus terjadi. Selain itu, keberadaan aktivitas tersebut sangat merugikan masyarakat dan Negara, terlebih merusak ekosistem lingkungan tanpa melalui prosedural mekanisme yang berlaku, Minggu, 12 April, 2020, siang.

“Semoga masih ada kepastian hukum yang ditegakkan oleh Polda Sultra Cq. Dirkrimsus dalam menanggani berbagai pelanggaran kejahatan lingkungan yang dilakukan para mafia tambang, Seperti yang sudah dilakukan oleh Mabes Polri pada penambangan ilegal di Kabupaten Konawe Utara beberapa waktu lalu”, Lanjutnya.

Sebelumnya, Zainul mempertanyakan aktivitas PT. Kashmar Tiar Raya yang terus beraktivitas dalam kondisi Pandemi Covid-19. Ditambah lagi, dengan dugaan pelanggaran penambangan yang telah dilakukan di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Belum di police linenya aktivitas tersebut yang kami duga beroperasi dan beraktivitas tidak mengacu lagi pada Titik Koordinat Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. KTR oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kecamatan Batu Putih, mengundang pesimistis penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian, Selasa lalu, 12 April 2020.

Menurut Zainul, Kapolda Sultra Kapolres Kolaka Utara dan Kapolsek Batu Putih harus segera menyikapi persoalan ini. Kredibilitas aparat akan di uji disini harapan saya jelas hentikan aktivitas penambangan agar tidak ada lagi asumsi liar yang terbangun terkait kredibilitas kinerja kepolisian.

“PT. Kashmar Tiar Raya itu salah satu perusahaan tidak bisa di atur, melakukan aktivitas penambangan di Kolaka Utara. Bagaimana tidak, berbagai pelanggaran yang mereka perbuat seolah tak ada hentinya mereka ulangi dan seperti kebal akan hukum”, tuturnya.

Zainul menambahkan, pihak-pihak terkait Harus bergerak cepat, ada 2 kapal tongkang (Pontong) sementara melakukan pemuatan biji nikel ilegal melalui jetty milik PT. KTR dengan merek kapal “SHIVA” dan merek “BIAN 2″ dan tidak lama lagi akan berangkat, disini kita lihat seberapa besar nyali Kepolisian menegakkan hukum bagi mereka (PT. KTR) dengan segera mempolice line.

“Saya berkomitmen untuk terus menyuarakan hal ini, dan jika tidak ada langkah jelas. Maka ia akan nekat menyuarakan hal ini meskipun di tengah wabah Covid-19. Jika tidak demikian berarti kepolisian membenarkan opini yang terbangun di ruang publik bahwa kejahatan para penambang hanya selesai di bawah meja dan tidak terproses sesuai prosedural hukum yang berlaku”, tutupnya.

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar