Menolak Tetap di Rumah, Apakah Saya Bodoh, Egois dan Tidak Patuh Perintah ?

Menolak Tetap di Rumah, Apakah Saya Bodoh, Egois dan Tidak Patuh Perintah ?
Iksan Binsar (Koleksi Kendari Terkini)

Terkini.id, Kendari – Di tengah hingar bingar persoalan penanganan virus Corona (Covid-19). Pemerintah, POLRI, TNI, Dokter, Ulama dan berbagai kelompok Organisasi Masyarakat (Ormas) menghimbau kepada seluruh warga masyarakat agar mengurangi aktivitasnya di luar dan tetap di tinggal rumah.

Alasan tersebut begitu logis dan berdasar, yakni untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran Covid-19 yang diketahui penyebarannya lewat kontak fisik baik sesama manusia maupun dengan benda mati yang telah terkontaminasi Covid-19.

Namun begitu ganjal dalam pandangan penulis, akal dan hati bertengkar begitu hebat. Bagaimana tidak, ditengah kegentingan problem Covid-19, ada sekelompok warga masyarakat yang luput dari perhatian semua pihak sehingga membutuhkan pembelaan dan perlindungan.

Pada situasi yang genting sekarang ini, perusahaan terbesar di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni PT. Virtu Dragon Nikel Industri (VDNI) masih saja melaksanakan kegiatan Industri seperti biasanya, seperti halnya tidak ada yang terjadi di luar sana, ini begitu mengganjal, dan  sebuah keniscayaan bahwa pekerja yang ada di perusahaan PT. VDNI mendapat semua imbasnya.

Pada kondisi yang tidak biasa, mereka harus beraktivitas seperti biasa saja. Di satu sisi, mereka juga khawatir dan takut persoalan Covid-19, namun di sisi yang lain mereka harus menunaikan kewajiban terhadap perusahaan yakni harus bekerja seperti biasa.

Baca juga:

Sehingga melihat dan mencoba merasakan apa yang dialami para pekerja yang ada di PT. VDNI penulis menolak statement tetap di rumah. Pernyataan ini begitu bertendensi #TETAP DI RUMAH  hanya di peruntukkan untuk masyarakat elit, bukan masyarakat kelas bawah, dan yang pasti  bukan untuk pekerja yang di ada PT. VDNI.

Tidak hanya sampai pada persoalan itu, salah satu pertanyaan besar adalah apabila semua masyarakat melakukan Lockdown dan berada dalam rumah masing-masing, sejauh mana peran pemerintah dan siapa saja yang menghimbau Lockdown dalam membantu memenuhi kebutuhan setiap keluarga?

Berdasarkan realitas sosial, kita dapat melihat dan mengetahui masyarakat kelas menengah ke bawah haruslah bekerja dan beraktivitas di luar rumah untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, dan tidak jarang kita jumpai ada masyakarat harus rela berada di luar rumah setiap saat namun untuk memenuhi kebutuhan keluarganya saja jauh untuk dikatakan mampu, lantas jika di Rumah Kita Makan Apa ?

Penulis sadar bahwa penolakan atas statement “TETAP DI RUMAH” tidak sedikit akan mendapat kecaman di luar sana, yaaa itu pasti, silahkan katakan saya bodoh, egois, atau semacamnya. Namun yang pasti selama pekerja yang ada di PT. VDNI masih saja bekerja seperti biasanya, dan tidak ada langkah kongkrit pemerintah untuk menyediakan kebutuhan masyarakat selama Lockdown maka penulis menolak pernyataan tetap di Rumah.

Rumahkan dulu pekerja yang ada di PT. VDNI maka saya akan tetap di Rumah, patuh dan taat himbauan pemerintah, POLRI, TNI dan yang lainnya, dan yang wajib sebelum itu adalah sediakan kebutuhan dasar masyarakat termarginalkan.

Hidup rakyat yang melawan, pekerja PT. VDNI juga manusia, masyarakat kecil butuh langkah kongkrit.

Penulis : Iksan Binsar
(Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kendari)

Komentar

Rekomendasi

Pandemi Memperlihatkan Bagian Terlemah Pendidikan Kita

Perpres Nomor 64 Tahun 2020, Negara Seperti Ingin Berbisnis dengan Rakyat

Cross Media Strategy: Offline Media Berdampak Online

Pemerintah Tabrak Aturan Mulai dari Undang-Undang Lingkungan sampai Dengan Aturan PSBB

Eksterior Buruh di Musim Pendemik COVID-19

Milenial Berbasis Keilmuwan dan Teknologi

Mengentaskan Ketidakadilan Terhadap Kaum Perempuan Sesuai Perjuangan RA Kartini

Dinsos, Membincang Covid-19 dan Instruksi Walikota Kendari

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar